Kamis, 10 Mei 2012

Maneki Neko, Kucing Pembawa Untung

Apakah Anda pernah melihat patung kucing putih yang salah satu tangannya naik-turun seakan-akan mengundang Anda untuk mendekat? Apakah Anda tahu nama, asal-usul, dan juga alasan banyak orang memasangnya di toko mereka?

Nama patung kucing tersebut adalah Maneki Neko. Maneki Neko adalah figur kucing 'Selamat Datang' yang dipercaya membawa keberuntungan dan kesejahteraan. Maneki neko berasal dari Jepang, merupakan patung kucing yang dipercaya membawa keberuntungan bagi pemiliknya.


Patung ini menggambarkan kucing lokal dari jepang (Japanese Bobtail) dengan salah satu kaki depan terangkat, seolah olah melambai-lambai. Maneki Neko biasanya dipajang di Toko, Restoran dan tempat usaha lain.

Figur kucing ini telah diproduksi menjadi berbagai alat dan bentuk seperti gantungan kunci, celengan, pengharum ruangan, dll. Berbagai bahan juga dipergunakan, dari yang paling murah seperti plastik, kayu dan kertas hingga yang mahal seperti jade atau giok. Berbagai bentuk, warna dan ornamen tambahan dipercaya mempunyai fungsi tertentu.

Kepercayaan mengenai kaki mana yang terangkat, berbeda-beda tergantung waktu dan tempat. Kepercayaan yang paling umum biasanya bila kaki kiri yang terangkat berfungsi untuk menarik pelanggan, sedangkan kaki kanan bertujuan menarik kemakmuran dan keberuntungan.

Kadang-kadang ada juga yang kedua kakinya terangkat. Ada juga yang menyatakan kaki kiri terangkat, cocok untuk bar atau tempat minum sake, sedangkan kaki kanan cocok untuk toko.


Dipercaya, semakin tinggi kaki terangkat, semakin besar juga keberuntungan atau kemakmuran yang akan datang. Beberapa bentuk Maneki Neko dilengkapi dengan baterai atau sel tenaga surya agar dapat menggerakan kakinya ke depan-belakang, seolah melambai-lambai secara terus menerus.

Meskipun warna aslinya adalah putih, Maneki Neko dibuat dengan warna dan atribut yang berbeda. Setiap warna dipercaya mempunyai manfaat yang berbeda. Maneki Neko juga biasanya mempunyai beberapa tambahan ornamen di lehernya. Bisa berupa kalung lengkap dengan lonceng kecil atau bisa juga kain yang diikatkan di leher (scarf).

Yang paling populer adalah kalung berwarna merah yang terbuat dari hichirimen (bunga merah) lengkap dengan lonceng kecil. Dekorasi ini adalah tiruan dari apa yang biasanya dipakai oleh kucing-kucing yang dipelihara oleh keluarga bangsawan pada zaman Edo.

Kain yang diikatkan dileher berhubungan dengan fungsinya sebagai pelindung. Dekorasi yang mirip juga terdapat pada patung Bodhistwa Jizo, pelindung yang sering ditemukan di gerbang kuil atau tempat pemakaman.


Maneki Neko kadang-kadang digambarkan sedang memegang koin yang disebut koban. Koban adalah uang yang dipakai pada zaman Edo. Figur patung ini dipercaya membawa keberuntungan dan kemakmuran, sehingga sering digunakan sebagai celengan.


Banyak legenda Jepang yang mengisahkan asal Maneki Neko. Dari tujuh legenda yang banyak dikenal, ada salah satu yang paling terkenal yaitu Legenda Perempuan Tua dari Imado.

Menceritakan seorang perempuan tua yang hidup pada akhir zaman EDO (abad ke 19) di Imado, Tokyo bagian timur. Keadaan perempuan tersebut sangat miskin, sehingga ia tidak mampu lagi merawat kucingnya. Lantas ia berkata kepada kucingnya, "Maaf aku terpaksa menelantarkanmu karena kemiskinan ini."

Ternyata pada malam harinya kucing tersebut hadir dalam mimpinya dan berkata, "Buatlah patung diriku dari tanah liat, patung tersebut akan membawa keberuntungan."

Dan benar, setelah perempuan tua tersebut membuatnya, banyak orang yang berdatangan untuk membelinya. Akhirnya perempuan tua itu terlepas dari kemiskinan karena patung kucing Maneki Neko tersebut.

Sumber :
oktomagazine.com